Kisah dibalik nama Roti Maryam
Roti Maryam, canai, prata atau paratha, ialah roti dengan tekstur berlapis - lapis yang memiliki rasa renyah diluar dan lembut di dalam. Roti ini populer di Indonesia dengan penyajiannya menambahkan kental manis, taburan gula ataupun meses. Roti ini kerap dikaitkan dengan kuliner Timur Tengah khususnya India.
Nama Roti Maryam sendiri memiliki kisah yang unik, dimana menurut beberapa sumber, nama ini berasal dari seorang penjual roti canai yang bernama Ibu Maryam yang telah lama terkenal di Jakarta. Seiring waktu, roti ini banyak dijual di kawasan Ampel,Surabaya, dan pemukiman arab.
Sumber : Pinterest
Resep Sederhana Roti Maryam
Berikut adalah resep dasar untuk membuat roti Maryam:
Bahan:
- 500 gram tepung terigu protein tinggi
- 1 butir telur
- 1 sendok makan gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 200 ml air hangat
- 100 gram margarin atau ghee untuk olesan
Cara Membuat:
- Campurkan tepung, gula, dan garam dalam wadah.
- Tambahkan telur dan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis.
- Bagi adonan menjadi beberapa bagian, bulatkan, dan diamkan selama 1 jam dengan ditutup kain lembab.
- Gilas adonan hingga tipis, olesi dengan margarin atau ghee, lalu gulung dan bentuk spiral seperti konde.
- Diamkan kembali selama 30 menit.
- Pipihkan adonan dan panggang di atas wajan datar hingga kedua sisi berwarna kecokelatan.
- Roti Maryam siap disajikan dengan pelengkap sesuai selera.
Roti Maryam bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga cerminan dari perpaduan budaya dan sejarah yang kaya. Dari India hingga Indonesia, roti ini telah mengalami transformasi yang menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara.

Komentar
Posting Komentar